29 Mei 2009

DOA
( Yoh. 11 )

Doa merupakan komunikasi dengan Bapa kita, komunikasi itu harusnya tidak boleh putus kapanpun dan dimanapun kita berada, karena kalau terputus maka akan terjadi banyak kesalahpaham contohnya jika kita punya teman terus kita tidak pernah komunikasi maka kita tidak akan tahu apa yang terjadi dan apa yang menjadi kesibukannya, kalau kita dalam organisasi dan kita tidak pernah komunikasi maka akan banyak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan kesalahpahaman pasti akan terjadi, kesatuan juga tidak akan tercapai, begitu juga dengan hubungan kita dengan Bapa disurga kalau kita tidaak pernah berkomunikasi maka kita akan sering kali mengalami kesalapahaman dengan Tuhan.
Dalam berkomunikasipun tidak semua memerlukan tanggapan, atau harus direspon oleh orang yang kita ajak dalam berkomunikasi hal itu diakibatkan berapa lama kita kenal orang itu, dan berapa dekat kita dengan dia, hal inilah yang menentukan kualitas kita dalam komunikasi. Bukan pandainya kita berbicara, indahnya kata-kata kita, atau hal lain yang menyangkut etika, memang etika sangat penting dalam kita menjalin komunikasi, namun hal yang paling penting dalam kita berkomunikasi adalah relasi. Begitu juga dengan doa-doa kita kepada Bapa, bukan ditentukan kata-kata yang bagus, indahnya doa kita, atau lamanya kita berdoa.
Contoh, seseorang yang sudah kenal lama sama seseorang maka ia tidak aka terlalu sulit untuk mengatakan sesuatu walau hanya dengan sebuah kata, atau kata yang pendek dan temannya itu pasti akan mengerti apa maunya, sepasang suami istri tidak akan berkomunikasi berlama-lamaan karena itu akan mengganggu aktivitas yang lain namun mereka akan selalu berkomunikasi dan memang ada saat-saat tertentu mereka membutuhkan sharing, curhat untuk waktu yang lama berbagi rasa, dan apapun namanya tetapi itu tidak setiap hari khan ? namun meraka selalu berkomunikasi apa yang mendasari mereka akan hal itu pengenalan akan mereka yang dalam satu dengan yang lain oleh karena itu betapa pentingnya pengenalan kita yang dalam terhadap Allah kita yaitu Yesus Kristus ( Fil. 3:10 )
Maria dan Marta dalam perikop ini merupakan gambaran 2 pribadi dihadapan Tuhan yang Tuhan mau ajarkan kepada kita, persamaan ada dalam hidup mereka namun perbedaan juga ada dalam diri mereka, apa yang menjadi kesamaan ?
Kesamaannya adalah sama-sama mengenal Tuhan, sama-sama mencari Tuhan, sama-sama melayani Tuhan, luar biasa bukan ?! sesuatu yang saat ini sedang kita kejar atau mungkin sedang kita jalani, namun ada perbedaan yaitu dalam hal keintiman, kedekatan dalam Tuhan, dan hal inilah yang sebenarnya bisa menentukan dan merubah masa depan. Cobalah lihat apa yang dikatakan antara Marta dan Maria kepada Yesus perihal Lazarus yang sudah meninggal dalam beberapa hari itu ? dalam hal ini ironi sekali kalau kita mensikapi sikap Marta adalah menyalahkan Tuhan, dan Tuhan yang menyebabkan semua ini terjadi, andaikata Tuhan ada disini pasti tidak akan terjadi semua ini, itulah yang dikatakannya, berapa banyak dalam doa kita mengatakan hal yang serupa dengan apa yang dikatakan oleh Marta ? kita menyalahkan Tuhan, dan Tuhan yang membuat semua ini terjadi ? bagaimana sikap Tuhan terhadap Marta yang memiliki pribadi demikian ? Dia meluruskan dan membenahi kepribadian Marta, memberikan bimbingan kepada Marta supaya Marta tidak mengalami kekecewaan dan keputusasaan itulah yang dilakukan Yesus, sehingga kalau kita lihat tidak meresponi apa yang diingini oleh Marta. Berbeda dengan Maria, kalau kita lihat tidak berbeda apa yang dikatakan Maria dan Marta ini namun dalam kenyataannya kita bisa melihat perbedaan yang ditimbulkan oleh respon dari Yesus sendiri yang menanggapi perkataan Maria. Mengapa Yesus menanggapi perkataan maria ? karena hal itu lahir dari keintiman.
So doa yang lahir dari keintiman sanggup menggerakan hati Tuhan.
Sekarang bagaimana kamu berdoa ? adakah itu suatu kebiasaan ? ataukah itu hanya sebuah kewajiban ? ataukah itu kamu berdoa hanya karena tidak ingin dicela sebagai anak Tuhan ? atau juga munkin kamu berdoa karena kedudukanmu dalam organisasi rohani ? gereja ? atau persekutuan ? atau juga kamu berdoa untuk memperlihatkan bahwa kamu adalah orang yang pandai berdoa ? so intropeksi diri kamu…yang Tuhan mau adalah kamu berdoa karena intim sama Tuhan karena doa seperti itulah yang sanggup menggerakaan hati Tuhan bertindak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar