PRIORITAS DOA
Matius 6:10
PENDAHULUAN
Mekilta adalah sebuah manuskrip kuno yang memuat tafsiran tentang hampir seluruh buku keluaran. Didalamnya juga terdapat perumpamaan berikut. Ada seorang pria yang datang kesbuah propinsi dan bertanya kepada penduduk kota itu kalau-kalau ia boleh memerintah mereka. Rakyat itu berkata “kebaikan apakah yang telah anda kerjakan bagi kami? Mengapa kami harus menjadi bawahan anda? Sebagai tanggapan itu maka pria tadi membangun sebuah tembok kota, ia mengalirkan air ke propinsi itu dan ia juga berperang bagi mereka. Kemudia ia mengajukan pertanyaan kepada rakyat itu bolehkan aku memerintah kalian, maka jawab mereka ya tentu saja tentu saja. Perumpamaan itu masih berlanjut, demikianlah Allah yang kita sembah Dia telah menebus kita dari Dosa, menyediakan segala kebutuhan kita yang berperang bagi kita, kalau sekarang Allah bertanya kepada kita bolehkan Aku memerintah atasmu? Apakah jawab kita ya! Pasti tentu saja itulah jawaban kita. Namun seringkali dalam penerapan kehidupan kita hal itu jarang terjadi, bahkan kita menggantikan tempat dimana seharusnya Allah bertahta dengan keegoisan kita, keakuan kita.
Datanglah kerajaanMU dan jadilah kehendakMu, dalam bahasa Yunani pun diletakan diawal kalimat hal ini mengartikan bahwa kefuaa kata menunjukan kemantapan dan ketegasan dalam melakukan segala sesuatu.
Setiap hari kita merindukan supaya kehendakNya jadi itu sebabnya mari kita bersikap tegas dalam berdoa, jangan lagi memanjatkan doa yang merengek-rengek, “ o.. Yesus tolonglah aku” mulailah dengan berani menyatakan janji-janji Allah, berdiri teguh didalam kemenangan yang telah diraih Kristus bagi kita
Kita mengingikan prioritas Allah diteguhkan dalam kehidupan kita, tapi sayang kita sering mengizinkan banyak hal kecil yang membawa kepada kekuatiran dan masalaah yang menghimpit hal-hal yang penting yang seharusnya diberi prioritas yang utama. Banyak hal yang mendesak mengalahkan hal yang penting. ( contoh lubang kancing baju ) kehidupan kita seperti itu kalau Allah tidak menjadi prioritas yang utama maka tidak ada hal yang lurus, dan rapi sebagaimana yang seharusnya, kesehataan, emosi, tujuan dan hubungan kita akan menjadi terganggu.
Mengatur prioritas waktu kita memang penting, namun setelah itu kita juga harus membuat prioritas dari doa kita. Pada waktu kita berdoa kita harus menyatakan agar kerajaan Allah datang dan kehendakNya jadi dalam keempat hal dalam hidup kita.
1. DIRI ANDA SENDIRI
Mulailah dengan diri kita sendiri ( Yak 5:16 )
Anda memerlukan hikmat untuk dapat mengelola kegiatan anda hari demi hari, undanglah Yesus untuk menduduki tampat yang menjadi hakNya dan memerintah atas seluruh hidup anda kemudian doakanlah kegiatan anda sepanjang hari itu, sebab kalau Yesus bukan Tuhan didalam diri Anda maka Ia tidak akan menjadi Tuhan dalam prioritas yang kedua.
2. KELUARGA ANDA
Bagi kita yang sudah menikah doakanlah pasangan hidup anda, berdoa agar kebenaran sukacita dan damaai sejahtera memerintah atasnya, doakaanlah kebutuhan pasangan hidup dan juga untuk anak-anak kita hal ini penting mengapa? Sebab kalau kita gagal dalam keluarga maka pekerjaan kita untuk rumah Allah juga akan terhalang.
3. GEREJA
Fakta yang tidak dapat disangkal, bahwa sebagai orang percaya anda dan saya adalah bala tentara Allah dan kita sedang menghadapi peperangan sudah saatnya kita menyadari bahwa tentara Allah dibentuk untuk berperang. Allah telah memanggil kita untuk menjadi pahlawan untuk menjadi pasukan yang yang penuh dengan kuasa dan pengurapan, ( I tim 6:12 ) “berjuanglah…” bukan kalau kamu mau…” karena itu doakanlah Gembalaa. Pemimpin, kesetiaan jemaat, dan juga tuaian.
4. BANGSA DAN NEGARA
Doakanlah bangsa dan Negara kita khusunya para pemimpin kita supaya mereka diberi hikmat oleh Tuhan dalam memipin bangsa ini, minta supaya Tuhan juga memperluas belas kasihan kita, dan minta supaya kerajaanNya datang dan kehendakNYa jadi bagi bangsa.
29 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar