19 Mei 2009

Tegar dimasa sukar

TAK PERNAH MENYERAH
Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"
(Bilangan 13:30)

Segala sesuatu dapat terjadi, bahkan apa yang tidak pernah kita bayangkan juga dapat terjadi. Bangsa Israel yang sudah di ambang tanah perjanjian tiba-tiba diperhadapkan pada suatu problema besar. Bangsa yang mendiami Kanaan terlalu kuat untuk dikalahkan. Ibaratnya Israel bagai belalang di hadapan raksasa. Akhirnya disimpulkan bahwa Kanaan hanyalah mimpi. Mengapa umat takut? Karena mereka berfokus pada kesulitan, sehingga tidak mau maju meraih berkat-Nya di tanah perjanjian. Bila kita memandang kesulitan jauh lebih besar dari pengharapan akan masa depan yang cerah, maka tak setitik kecerahan masa depan menjadi bagian dalam hidup kita. Segala sesuatu dapat terjadi dalam hidup ini, kesulitan dan pergumulan tak pernah jauh dari kehidupan kita, tetapi fokuskan pada apa yang ada di depan yang disediakan Allah dan terus melangkah bersama-Nya. Kehidupan kita mungkin sekarang berbeda dengan kehidupan bangsa Israel pada saat itu,kita tidak berperang melawan bangsa atau bahkan kerajaan. Namun banyak hal yang membuat kita tidak menjadi pemenang dalam kehidupan ini. Kaleb dan Yosua merupakan teladan atau contoh dari kehidupan Kristen yang sebenarnya, semangatnya, optimistisnya, bahkan visinya kedepan itu yang membuat mereka bertahan dalam kesetiaan kepada Allah yang Esa.
Sekarang kita bisa belajar mengapa mereka bisa memiliki kehidupan yang tak pernah menyerah bahkan ketika menghadapi suatu kemustahilan dalam kehidupan mereka, disertai dengan keadaan dan kondisi sekitar yang tidak memungkinkan, namun mereka tetap maju. Luar biasa apa yang membuat mereka bisa seperti itu ? dan apa yang juga bisa membuat kita memiliki kehidupan yang tak pernah menyerah ?

1. PERCAYA AKAN PENYERTAAN TUHAN DALAM HIDUP KITA ( Ul. 1:29-30 )
Kaleb dan Yosua sangat mempercayai penyertaan Tuhan dalam hidup mereka, karena itu tantangan yang mustahil sekalipun, jika bersama Tuhan maka mereka percaya akan dapat mengatasinya (Kej. 28:15). Firman Tuhan telah menuliskan banyak tentang janji penyertaan Tuhan dalam hidup orang percaya, tergantung seberapa jauh kita mempercayai itu. Kehidupan yang tak pernah menyerah adalah kehidupan yang tidak terlepas dari kehidupan yang mengikut sertakan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan kita. Jika setiap hari kita menyerahkan kehidupan kita kepada Tuhan itu pertanda kita mengijinkan Tuhan menyertai kehidupan kita. Jika kehidupan kita ada dalam penyertaan Tuhan maka kita akan menjadi Pribadi yang kuat dan berkemenangan. (janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. Yesaya 41:10 )

2. MEMILIKI IMAN ( Bil. 13:30 )
Bicara tentang iman, maka hal ini sudah menjadi perhatian kita sepanjang hari bahkan selama pengiringan kita kepada Yesus Kristus Tuhan kita. Tapi kita tidak bisa memungkiri bahwa banyak orang yang kurang peduli terhadap iman mereka, padahal hidup yang kita jalani sekarang ini adalah karena iman kepada Yesus (Gal. 2:20 ). Kebergantungan hidup kita, kemajuan hidup kita, ditentukan oleh seberapa besar iman kita dalam menghadapi semua itu. Kita lihat Kaleb dan Yosua, ketika menghadapi sebuah tantangan mereka memiliki iman yang luar biasa. Dikatakan dalam firman Allah "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" Luar biasa, suatu pernyataan yang bisa manjadi cermin buat kita ketika menghadapi pergumulan dan persoalan yang berat, yang memampukan kita untuk terus maju dan tak pernah menyerah dalam menghadapi apapun yang ada dihadapan kita. Berbeda dengan sepuluh orang yang lain mereka kalah sebelum bertindak, bukankah seringkali kita juga seperti itu? Kalah sebelum bertindak? Karena iman tanpa perbuatan iman kita akan mati. (Yak. 2:17).karena itu milikilah iman dalam hidup kita itulah yang memampukan kita bertahan dan maju dalam menjalani kehidupan kita, ingatlah bahwa iman itu tumbuh ketika kita senantiasa dengar-dengaran firman Tuhan. (Roma 10:17) jadi ketika kita rindu iman kita bertumbuh maka hal yang perlu kita lakukan adalah, Membaca, Merenungkan, melakukan dan menceritakan firman Tuhan dalam hidup kita.

Apa pun dapat digunakan Allah. Meskipun mereka melihat realita yang sama, namun kesimpulan Yosua dan Kaleb berbeda. Mengapa? Sepuluh pengintai melihat realita dengan "kaca-matanya" sendiri, sedangkan Yosua dan Kaleb melihat dengan "kaca-mata" Allah. Sepuluh orang melihat raksasa sedangkan yang dua melihat masa depan di tanah perjanjian yang disediakan Allah. Sepuluh orang goyah iman, tetapi yang dua memperteguh imannya didalam Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar