Tuhan Penjagaku
Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. 5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu
Mazmur 121:4-5
Mazmur ziarah kita hari ini berbicara mengenai jaminan keamanan hidup. Menurut mazmur ini, ada 2 kemungkinan yaitu :
1. Mazmur ini dinyanyikan ketika bangsa Israel berziarah tahunan ke Yerusalem. Ayat 1-2 merupakan pertanyaan para musafir, dan ayat 3-8 merupakan jawaban para imam.
2. Dinyanyikan ketika bangsa Israel pulang kembali ke tempatnya dari Yerusalem.
Keduanya menyiratkan keinginan untuk mendapatkan keamanan dan berkat, keselamatan Israel. Jika "gunung-gunung" yang dimaksud terletak di Yehuda maka hal tersebut menyimbolkan bahaya, misalnya, perampokan. Pertanyaannya adalah, "Dari mana pertolongan itu akan datang?" Dari Allah yang menciptakan langit dan bumi. "Gunung" mengingatkan kita akan bukit-bukit pengorbanan penyembahan berhala. Maka, bisa jadi ketika pemazmur memandang ke gunung-gunung, ia membandingkannya dengan Allah yang tak pernah tidur (bdk. 1Raj. 18:27).
Dari pernyataan diatas maka kita bisa mengambil 2 Pelajaran yang bisa memberikan kita kekuatan dalam menghadapi masa-masa yang sukar.
Yaitu :
Tuhan adalah satu-satunya sumber pertolongan kita ( Maz. 121:4)
Banyak orang kecewa karena mengharapkan pertolongan dari sesuatu yang dianggap “mampu” namun dalam kenyataannya semuanya meleset, dan itu akan terjadi jika anda berharap kepada manusia, instuisi, ataupun organisasi. Ingatlah bahwa sumber pertolongan yang sejati hanya ada di dalam Yesus Tuhan kita, saat semuanya tertutup sepertinya tidak ada pertolongan Yesus siap menolong anda, penolong yang tidak pernah tertidur dan terlelap namun berjaga-jaga atas hidup kita.
Tuhan adalah sumber keamanan kita (maz. 121:4-8)
Dalam keadaan bahaya, sangat dibutuhkan penjagaan ketat. Hal ini sangat terasa di sekitar kita yang saat ini banyak ketidakamanan dan ketidaknyamanan. Dalam lingkungan rumah kita, mungkin diberlakukan jadwal siskamling untuk menjaga keamanan. Harus diakui bahwa tak seorang pun mampu berjaga-jaga sepanjang hari tanpa istirahat. Kita berusaha memiliki tempat perlindungan yang senantiasa siaga, yakni Penjaga Israel, Allah kita. Ia bukan saja mampu bertahan menghadapi bahaya, namun secara aktif melindungi umat-Nya. Tak ada Penjaga lain yang sanggup berjaga-jaga seperti Dia.
Semua orang pasti menginginkan keamanan dalam hidupnya, bahkan tak jarang diantara kita melindungi segala sesuatu yang kita miliki supaya aman, bahkan ketika kita pergi sekalipun kita inginkan keamanan, hal ini menandakan bahwa ada rasa ketakutan dalam diri kita, namun jika kita tahu Pertolongan orang percaya hanya ada di dalam Yesus maka saya percaya ini yang menimbulkan keamanan, bahwa ada penolong yang sejati yang menjaga kita,melewati masa-masa yang suram, sukar, bahkan dalam lembah kekelaman sekalipun kita akan merasa tenang dan aman karena kita tahu bahwa pertolongan kita ada didalam Yesus Tuhan kita.
Dalam dunia yang penuh tantangan dan ancaman, kita memerlukan pertolongan sejati. Pemazmur menyadari ketiadaan pengharapan baik dari dirinya maupun orang lain. Ia mencoba mengarahkan pandangannya ke gunung-gunung, namun di sana pun ia tidak melihat secercah harapan. Akhirnya pemazmur menyadari dan menyatakan dengan tegas bahwa "pertolonganku ialah dari Tuhan". Ialah Pencipta yang Mahakuasa dan Penjaga yang tidak pernah terlelap.
"Keamanan" hanya ada di dalam pribadi Allah yang mengendalikan segala sesuatu. Bersandarlah kepada-Nya setiap waktu!
Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. 5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu
Mazmur 121:4-5
Mazmur ziarah kita hari ini berbicara mengenai jaminan keamanan hidup. Menurut mazmur ini, ada 2 kemungkinan yaitu :
1. Mazmur ini dinyanyikan ketika bangsa Israel berziarah tahunan ke Yerusalem. Ayat 1-2 merupakan pertanyaan para musafir, dan ayat 3-8 merupakan jawaban para imam.
2. Dinyanyikan ketika bangsa Israel pulang kembali ke tempatnya dari Yerusalem.
Keduanya menyiratkan keinginan untuk mendapatkan keamanan dan berkat, keselamatan Israel. Jika "gunung-gunung" yang dimaksud terletak di Yehuda maka hal tersebut menyimbolkan bahaya, misalnya, perampokan. Pertanyaannya adalah, "Dari mana pertolongan itu akan datang?" Dari Allah yang menciptakan langit dan bumi. "Gunung" mengingatkan kita akan bukit-bukit pengorbanan penyembahan berhala. Maka, bisa jadi ketika pemazmur memandang ke gunung-gunung, ia membandingkannya dengan Allah yang tak pernah tidur (bdk. 1Raj. 18:27).
Dari pernyataan diatas maka kita bisa mengambil 2 Pelajaran yang bisa memberikan kita kekuatan dalam menghadapi masa-masa yang sukar.
Yaitu :
Tuhan adalah satu-satunya sumber pertolongan kita ( Maz. 121:4)
Banyak orang kecewa karena mengharapkan pertolongan dari sesuatu yang dianggap “mampu” namun dalam kenyataannya semuanya meleset, dan itu akan terjadi jika anda berharap kepada manusia, instuisi, ataupun organisasi. Ingatlah bahwa sumber pertolongan yang sejati hanya ada di dalam Yesus Tuhan kita, saat semuanya tertutup sepertinya tidak ada pertolongan Yesus siap menolong anda, penolong yang tidak pernah tertidur dan terlelap namun berjaga-jaga atas hidup kita.
Tuhan adalah sumber keamanan kita (maz. 121:4-8)
Dalam keadaan bahaya, sangat dibutuhkan penjagaan ketat. Hal ini sangat terasa di sekitar kita yang saat ini banyak ketidakamanan dan ketidaknyamanan. Dalam lingkungan rumah kita, mungkin diberlakukan jadwal siskamling untuk menjaga keamanan. Harus diakui bahwa tak seorang pun mampu berjaga-jaga sepanjang hari tanpa istirahat. Kita berusaha memiliki tempat perlindungan yang senantiasa siaga, yakni Penjaga Israel, Allah kita. Ia bukan saja mampu bertahan menghadapi bahaya, namun secara aktif melindungi umat-Nya. Tak ada Penjaga lain yang sanggup berjaga-jaga seperti Dia.
Semua orang pasti menginginkan keamanan dalam hidupnya, bahkan tak jarang diantara kita melindungi segala sesuatu yang kita miliki supaya aman, bahkan ketika kita pergi sekalipun kita inginkan keamanan, hal ini menandakan bahwa ada rasa ketakutan dalam diri kita, namun jika kita tahu Pertolongan orang percaya hanya ada di dalam Yesus maka saya percaya ini yang menimbulkan keamanan, bahwa ada penolong yang sejati yang menjaga kita,melewati masa-masa yang suram, sukar, bahkan dalam lembah kekelaman sekalipun kita akan merasa tenang dan aman karena kita tahu bahwa pertolongan kita ada didalam Yesus Tuhan kita.
Dalam dunia yang penuh tantangan dan ancaman, kita memerlukan pertolongan sejati. Pemazmur menyadari ketiadaan pengharapan baik dari dirinya maupun orang lain. Ia mencoba mengarahkan pandangannya ke gunung-gunung, namun di sana pun ia tidak melihat secercah harapan. Akhirnya pemazmur menyadari dan menyatakan dengan tegas bahwa "pertolonganku ialah dari Tuhan". Ialah Pencipta yang Mahakuasa dan Penjaga yang tidak pernah terlelap.
"Keamanan" hanya ada di dalam pribadi Allah yang mengendalikan segala sesuatu. Bersandarlah kepada-Nya setiap waktu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar